Kamis, 27 Oktober 2011

Hal yang Membedakan Indonesia dan Jepang

1. Ketika di kendaraan umum:
Jepang: Orang2 pada baca buku atau tidur.
Indonesia: Orang2 pada ngobrol, ngegosip, ketawa-ketiwi cekikikan, ngelamun dan tidur.
2. Ketika makan dikendaraan umum:
Jepang: Sampah sisa makanan disimpan ke dalam saku celana atau dimasukkan ke dalam tas, kemudian baru dibuang setelah nemu tong sampah.
Indonesia: Dengan wajah tanpa dosa, sampah sisa makanan dibuang gitu aja di kolong bangku/dilempar ke luar jendela.
3. Ketika dikelas:
Jepang: Yang kosong adalah bangku kuliah paling belakang.
Indonesia: Yang kosong adalah bangku kuliah paling depan.
4. Ketika dosen memberikan kuliah:
Jepang: Semua mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius.
Indonesia: Tengok ke kiri, ada yg ngobrol. Tengok ke kanan, ada yg baca komik. Tengok ke belakang, pada tidur. Cuman barisan depan aja yg anteng dengerin, itu pun karena duduk pas di depan hidung dosen!
5. Ketika diberi tugas oleh dosen:
Jepang: Hari itu juga, siang/malemnya langsung nyerbu perpustakaan atau browsing internet buat cari data.
Indonesia: Kalau masih ada hari esok, ngapain dikerjain hari ini!
6. Ketika terlambat masuk kelas:
Jepang: Memohon maaf sambil membungkukkan badan 90 derajat, dan menunjukkan ekspresi malu + menyesal gak akan mengulangi lagi.
Indonesia: Slonong boy & slonong girl masuk gitu aja tanpa bilang permisi ke dosen sama sekali.
7. Ketika dijalan raya:
Jepang: Mobil sangat jarang (kecuali di kota besar). Padahal jepang kan negara produsen mobil terbesar di dunia, mobilnya pada ke mana ya?
Indonesia: Jalanan macet, parkiran dimana-mana, dan yang nyeleneh banyaknya para anak remaja labil yang pamer suara rombeng knalpot.
8. Ketika jam kantor:
Jepang: Jalanan sepiiiii banget, kayak kota mati.
Indonesia: Banyak oknum pake seragam putih abu-abu pada keluyuran di mall-mall.
9. Ketika buang sampah:
Jepang: Sampah dibuang sesuai jenisnya. Sampah organik dibuang di tempat sampah khusus organik, sampah anorganik dibuang di tempat sampah anorganik.
Indonesia: Mau organik kek, anorganik kek, bangke binatang kek, semuanya tumplek jadi 1 dalam kantong kresek.
10. Ketika berangkat kantor:
Jepang: Berangkat naik kereta/bus kota. Mobil cuma dipake saat acara keluarga atau yg bersifat mendesak aja.
Indonesia: Gengsi dooonk… Masa’ naik angkot?!
11. Ketika janjian ketemu:
Jepang: Ting…tong…semuanya datang tepat pada jam yg disepakati.
Indonesia: Salah 1 pihak pasti ada dibiarkan sampai berjamur & berkerak gara2 kelamaan nunggu!
12. Ketika berjalan dipagi hari:
Jepang: Orang2 pada jalan super cepat kayak dikejar doggy, karena khawatir telat ke kantor/sekolah.
Indonesia: Nyantai aja cing…! Si boss juga paling datengnya telat!

Monitoring hasil tangkapan ikan karang di Pulau Aceh

Pada tanggal 15 hingga 31 Maret 2010, Wildlife Conservation Society bekerjasama dengan Universitas Syiah Kuala dan Yayasan PUGAR melaksanakan kegiatan monitoring hasil tangkapan ikan karang di daerah Pulau Aceh.  Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengkaji pola pemanfaatan perikanan khususnya periskanan karang di wilayah perairan Pulau Aceh. Ini merupakan survei fase ke dua yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan monitoring yang telah dilaksanakan sejak tahun 2008 di Pulau Weh dan Pulau Aceh.Survei di Pulau Aceh difokuskan di empat desa yang merupakan mayoritas nelayan yaitu Seurapong, Lhoh, paloh, dan Lampuyang.
Kegiatan monitoring hasil tangkapan dilakukan melalui dua metode, yaitu pengambilan data hasil tangkapan dan wawancara.  Dari survei ini diadapatkan data dan informasi seperti: jumlah dan jenis ikan yang ditangkap, alat yang digunakan, harga ikan, lokasi menangkap ikan, biaya operasi, dan informasi-informasi lain yang berkaitan dengan kegiatan perikanan karang lainnya. Survei dilaksanakan sebanyak dua kali dalam satu tahun, yang masing-masing mewakili musim.
Dari hasil monitoring ini nantinya diharapkan dapat dihasilkan suatu kajian yang menyeluruh yang memberikan gambaran mengenai pola pemanfaatan ikan karang di perairan utara Aceh, khususnya di Pulau Weh dan Pulau Aceh. Hasil dari kajian ini juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengelolaan dan pembangunan perikanan di perairan utara Aceh di masa depan.

Masalah Lingkungan 15 Danau Masih Jadi Prioritas

Amanda Putri Nugrahanti/KOMPAS Danau Rawapening 
 
JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam Konferensi Nasional Danau Indonesia II (KNDI II) sejak Kamis hingga Jumat ini, 13-14 Oktober 2011 di Semarang, Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan kembali 15 danau sebagai prioritas penanganan.
Konferensi ini merupakan tindak lanjut dari Konferensi Nasional Danau Indonesia I yang melahirkan Kesepakatan Bali tentang Pengelolaan Danau Berkelanjutan pada tanggal 13 Agustus 2009.
Konferensi 2009 itu telah menyepakati 15 danau menjadi danau prioritas periode 2010-2014, yang dipilih berdasarkan parahnya tingkat kerusakan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Danau-danau itu adalah  Danau Toba (Sumatera Utara), Danau Maninjau dan Danau Singkarak (Suamtera Barat), Danau Kerinci (Jambi), Rawa Danau (Banten), Danau Rawapening (Jawa Tengah), Danau Batur (Bali), Danau Tempe dan Danau Matano (Sulawesi Selatan), Danau Poso (Sulawesi Tengah), Danau Tondano (Sulawesi Utara), Danau Limboto (Gorontalo), Danau Sentarum (Kalimantan Barat), Danau Cascade Mahakam (Semayang, Melintang, Jempang), dan Danau Sentani (Kalimantan Timur).
Kesepakatan KNDI I di Bali ditandatangani oleh sembilan menteri terkait yaitu Menteri Negara Lingkungan Hidup, Menteri Pertanian, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kehutanan, Menteri Kebudayaan dan Pariswisata, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Kelautan dan Perikanan dan Menteri Negara Riset dan Teknologi. Isu permasalahan danau ini juga mengundang perhatian Komisi VII DPR RI. Mereka telah membentuk Panitia Kerja (Panja) Kawasan 15 Danau Prioritas.
Diharapkan pembentukan Panja ini dapat memberikan stimulan positif serta multiplier effect kepada pihak lainnya untuk bergerak lebih nyata lagi menyelamatkan danau agar tujuan pengelolaan danau berkelanjutan dapat tercapai.
"Selamatkan danau menjadi pilihan tepat untuk mengatasinya. Diharapkan sejak hari ini komitmen penyelamatan danau di Indonesia sudah selalu menjadi langkah nyata penyelamatan danau," urai Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Menteri Negara Lingkungan Hidup, di Semarang.

Apa Yang Di Maksud Dengan Tsunami


 

Tsunami adalah gelombang transien yang disebabkan oleh gempa tektonik ataupu oleh letusan gunung berapi dasar laut. Tsunami berasal dari bahasa jepang yang berarti gelombang pelabuhan (karena sering menyerang pelabuhan dan pesisir pantai Jepang) Nama lain yang sering digunakan untuk Tsunami adalah gelombang pasang (Tidal Waves).
Nama ini Kurang sesuai untuk digunakan pada gelombang transien karena pasang selalu diasosiasikan dengan terminologi gelombang panjang akibat gaya tarik benda angkasa.Tsunami mempunyai periode berkisar antara 10 menit sampai dengan satu jam. Tsunami adalah gelombang dispersive, bila pusat gempa dekat dengan lokasi maka periodenya lebih kecil, sebaliknya untuk yang jaraknya lebih jauh.
Bila penyebab Tsunami adalah letusan gunung berapi, maka gangguan terjadi pada permukaan, bila penyebabnya terjadi karena gempa tektonik maka gangguanya terjadi pada dasar laut. Di Indonesia Tsunami sering terjadi dikawasan timur Indonesia, Misalnya di Flores (1992) dan Biak (1995) yan menelan banyak korban jiwa. sedangkan di kawasan barat terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur (1994) dan disulawesi tengah awal 1996. terakhir terjadi di Aceh beberapa tahun yang lalu yang menelan korban ratusan ribu orang.
Tsunami mengakibatkan naiknya muka air laut sehingga menyebabkan perbedaan tiggi energi dan aliran yang sangat cepat sehingga menyebabkan kerusakan yang sangat besar.
Beberapa cara yang dianjurkan dalam menghadapi tsunami antara lain
1. membuat sistem peringatan dini (early warning system)
2. relokasi daerah pemukiman
3. melakukan latihan pengungsian
4. membuat jalan lintasan untuk melarikan diri dari tsunami
5. menanam tanaman yang dapat berfungsi sebagai peredam gelombang dipesisir pantai (mangrove
6. membiarkan lapangan terbuka untuk menyerap energi tsunami
7. membuat dike ataupun breakwater didaerah yang memungkinkan (penahanan ombak)…
Sumber :P engelolaan Sumber daya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu (Dr Ir Rokhmin Dahuri MS ,dkk)

Ilmuwan Pecahkan Misteri Gempa Aceh



Lima tahun setelah tsunami Aceh yang merupakan salah satu bencana paling dahsyat dalam sejarah, para ilmuwan dunia mulai memahami apa yang menyebabkan bencana itu. Lima tahun yang lalu bumi bergetar dan hampir seperempat juta orang kehilangan kehidupannya, karena tsunami yang bergolak di Samudra Hindia.
Ilmuwan menilai sumber gelombang mematikan itu jelas adalah gempa bumi Sumatera-Andaman 9,2, yang merupakan salah satu yang paling kuat dari yang pernah ada. Menurut beberapa studi terbaru, justru patahan jauh lebih kecil yang mengirim tembok air setinggi 100 kaki meluncur ke provinsi Aceh. Jika benar, penemuan itu akan menjelaskan apa yang benar-benar melahirkan bencana tahun 2004.
Gempa terjadi akibat dari patahnya rekahan sepanjang 1.600 kilometer di mana lempeng tektonik India bertabrakan di bawah lempeng Sunda. Rekahan diperkirakan telah tergelincir 20-25 meter dalam waktu hampir seketika. Banda Aceh terletak dekat bagian dari rekahan yang tidak bergerak sama sekali, namun daerah itu yang paling parah.
Bagaimana mungkin Aceh mengalami kerusakan yang sangat besar seperti itu? Para ilmuwan berpikir sekarang mereka tahu mengapa. Patahan yang lebih dekat ke pantai Sumatera yang diabaikan sebelumnya, pecah hampir pada waktu yang sama dibandingkan sepupunya yang jauh lebih besar.
Felix Waldhauser dari Columbia University dan tim peneliti menganalisis ribuan gempa susulan di wilayah tersebut sejak 2004. Pusat gempa dari gempa kecil berbaris dengan patahan yang tidak biasa menunjukkan hal itu dan bukan patahan utama yang telah aktif di daerah itu.
Patahan penting yang oleh tim disebut patahan splay (miring ) itu, mengiris plat Sunda jauh lebih dekat ke pantai barat Sumatera, dan dengan sudut yang lebih curam ke dasar laut daripada patahan utama. Ini berarti bahwa setiap kali patahan melebarkan, hal itu mendorong dasar laut ke atas lebih keras, menyebabkan tsunami yang lebih besar.

“Pengamatan gempa bumi di sepanjang (patahan utama) tidak cukup untuk menghasilkan tsunami yang besar,” kata Waldhauser. Ia menyajikan temuan tim pada pertemuan tahunan American Geophysical Union awal bulan ini.
Tim peneliti lain yang dipimpin oleh Satish Singh dari Institut de Physique du Globe de Paris di Prancis menunjukkan dalam model komputer, bahwa patahan miring hanya perlu bergeser 5 meter untuk menghasilkan tsunami besar-besaran yang menelan Banda Aceh, setara dengan gempa 7,8 atau 7,9 Magnitudo.
“Kekhawatiran kami adalah bahwa peristiwa kecil dapat menghasilkan efek yang merusak seperti itu, dan itu tidak akan mendapat perhatian,” kata Singh. Gempa yang lebih kecil itu kemungkinannya akan berulang lebih sering daripada gempa bumi besar, setiap 100-200 tahun sekali. Singh mengingatakan patahan miring serupa di lepas pantai Padang yang berpenduduk 750 ribu jiwa. Dia mengatakan patahan bisa terjadi dalam dekade berikutnya.
Sumber  http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&task=view&id=28114&Itemid=55

Nasib Penyu Aceh

Penulis: Rachmad.
Penyu adalah kura-kura laut, penyu bisa ditemukan di samudra seluruh dunia, Penyu sudah ada sejak zaman Jura (145-208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus.
Di dunia saat ini hanya 7 jenis penyu yang masih bertahan, Semua jenis penyu itu berstatus sebagai satwa yang dilindungi dan masuk dalam daftar hewan yang dilindungi oleh Undang-Undang Nasional maupun Internasional artinya, satwa itu tidak dapat dikonsumsi  atau diperjualbelikan secara bebas.
Di perairan Indonesia ditemukan 6 dari 7 jenis penyu yang masih ada dunia, mengingat populasinya yang kian langka, jenis Belimbing (Dermochelys coriacea) tergolong paling langka dan mempunyai ukuran yang terbesar dengan berat mencapai 600-900 kg dan panjang 1-2m lebih.
Namun sangat disayangkan spesies yang dilindungi Undang-Undang ini, sangat terancam terhadap perburuan manusia yang kerap mencuri telurnya dan di jual secara bebas bahkan selama beberapa bulan yang lalu pedagang telur-telur penyu mudah di jumpai di pinggiran kota Banda Aceh dan yang lebih mengherankan lagi pedagang musiman ini ada yang sampai berjualan di depan kantor gubernur Aceh, hal ini sangat mempengaruhi populasi penyu di Aceh, dan kami yang tergabung dalam relawan Aku Sahabat Laut (SALUT) Jaringan KuALA menghimbau kepada pemerintah dan LSM lokal maupun internasional untuk memberikan tindakan tegas terhadap pemburu atau pedagang telur penyu dan juga melakukan upaya-upaya penyelamatan terhadap populasi dan habitat penyu
Padahal jika Pemerintah Aceh dapat melakukan pengelolaan dengan baik sudah bisa dipastikan akan mendatangkan keuntungan yang berlebih untuk Pendapatan Daerah, dengan membuat kemasan dalam bentuk ekowisata, tidak saja berkepentingan dalam upaya penyelamatan spesies langka, tetapi juga akan memberikan kontribusi dan pendapatan bagi masyarakat sekitar yang berkelanjutan, dengan begitu panorama keindahan pantai akan terasa lebih lengkap jika ada muatan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Relawan SALUT  menghimbau kepada seluruh  masyarakat  Aceh, agar melakukan upaya-upaya pelestarian secara individu yang dapat dilakukan dengan tidak mengkomsumsi telur dan memakai barang-barang atau perhiasan yang terbuat dari tempurung penyu serta turut menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah terutama plastik karena banyak penyu mati akibat memakan sampah plastik  yang dikira makanan favoritnya nya yaitu ubur-ubur.

Penyu Si Lucu Dari Zaman Purba

Penulis: Hendy Kurniawan.
Penyu merupakan salah satu satwa yang sudah hidup dari zaman Dinosaurus ( 145 – 208 juta tahun yang lalu). Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, Kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 Kilometer dapat ditempuh 58 - 73 hari. Dengan daya jelajah yang sangat luar biasa itu penyu merupakan satu dari sedikit satwa laut yang dapat bermigrasi hingga beribu – ribu kilometer (Wikipedia).
Tidak hanya merupakan satwa yang unik dan lucu, penyu seperti hal nya makhluk ciptaan-Nya yang lain juga memiliki manfaat bagi manusia pada khususnya dan alam sekitar pada umumnya. Diantara manfaat itu mencakup aspek peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui sektor perikanan (beserta efek penggandanya), menjaga keseimbangan mata rantai ekosistem, ilmu pengetahuan dan pengembangan ekowisata.
Pertama, jasa ekosistem (keseimbangan lingkungan). Penyu berperan penting dalam menjaga keseimbangan di laut, misalnya saja apa yang dilakukan oleh Penyu Hijau (Chelonia mydas). Penyu yang memiliki jarak tempuh yang mencapai hingga ribuan mil laut ini berperan penting dalam menyebar nutrisi ke laut melalui kotorannya. Kotoran ini menjadi pupuk atau pakan bagi tumbuhan dan hewan laut lainnya.
Kedua, peningkatan pertumbuhan ekonomi sektor perikanan. Penyu sesungguhnya memainkan peranan yang amat vital bagi ketersediaan ikan laut, misalnya saja Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) yang memakan Ubur-ubur. Ubur-ubur adalah binatang laut yang memakan anak ikan. Ini merupakan mata rantai makanan. Bila tidak ada Penyu Belimbing kemungkinan besar populasi Ubur-ubur akan semakin meningkat. Kelebihan populasi Ubur-ubur akan membahayakan populasi anak ikan. Akan semakin banyak anak ikan yang dimakan Ubur-ubur. Dikarenakan banyak anak ikan yang dimakan Ubur-ubur, maka ketersediaan ikan di laut akan semakin berkurang. Akhirnya ini akan memperkecil hasil tangkapan ikan nelayan. Terutama nelayan kecil yang tidak memiliki kapal untuk menangkap ikan di laut lepas.
Berbeda lagi halnya dengan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata). Penyu jenis ini adalah pemakan terumbu karang yang tidak sehat sehingga terumbu karang menjadi sehat kembali. Sehatnya terumbu karang menjadi sumber makanan yang baik dan menjadi tempat hidup (habitat) ikan berkembang biak. Pada akhirnya, ini akan menjadikan daerah tersebut menjadi sumber perikanan (lebih banyak ikan untuk ditangkap).
Ketiga, potensi pengembangan ekowisata atau ekonomi alternatif lainnya. Seperti disebutkan sebelumnya bahwa penyu berperan penting menjaga kesehatan terumbu karang. Terumbu karang yang terjaga dengan baik, terlebih bila daerah tersebut memliki keindahan alam dan budaya yang mendukung, akan memberikan pemandangan bawah laut yang cukup indah. Ini berpotensi bagi pengembangan ekowisata. Snorkeling, menyelam (diving), bermain kayak (kayaking) dapat menjadi atraksi yang ditawarkan kepada wisatawan yang datang berlibur.
Namun dengan marak nya perburuan liar akhir – akhir ini, si kura – kura laut ini terancam punah. Jadi jangan heran bila suatu saat nanti anak, cucu, cicit, kita hanya dapat mengenal si penjelajah ini melalui buku – buku pelajaran atau majalah – majalah tentang satwa liar milik kita (kakek/nenek) mereka. Niatkan pada diri kita untuk tidak menambah hidup penyu-penyu berada dalam kesulitan. Tekadkan diri kita untuk membuat penyu-penyu eksis secara alamiah di alam. Cara yang paling mudah adalah jangan menambah polusi di sekitar  perairan tempat penyu bertelur. Kedua, jangan pernah mau membeli apapun bila yang ditawarkan adalah telur penyu atau cangkangnya. Mudah-mudahan, kedua cara tersebut membantu penyu-penyu  kita tetap hidup dalam keadaan aman.
(Disarikan dari berbagai sumber)
SAVE SEA TURTLE NOW !!!

Air Untuk Masa Depan

Kompetisi Web Kompas Muda & AQUA sebuah kompetisi blog yang diadakan Kompas Muda. "Kompetisi Web Kompas Muda & AQUA" ini adalah keyword yang diujikan pada kompetisi ini dan sekarang sedang menjadi momok orang banyak di dunia maya. Wow... Mengapa demikian, karena jika Anda menjadi pemenang pada kompetisi ini hadiah yang ditawarkan sangatlah menarik.


Lalu apa tema yang di jadikan topik pada kompetisi ini? Pasti Anda yang membaca postingan saya ini sangat menantikannya?
Yang menjadi tema pada kompetisi ini adalah Air Untuk Masa Depan. Ini menjadi tema yang sangat menarik mengingat banyak sekali bencana yang diakibatkan oleh zat cair yang satu ini.


Sebelumnya sabelum saya menjelaskannya lebih lanjut, saya ingin memberitahukan kepada Anda semua yang membaaca artikel saya ini tentang informasi yang menarik. Hampir 71 persen yang Air menutupi Bumi kita ini. Waah... Siapa yang belum mengetahui tentang informasi ini? Mungkin ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Anda semua yang belum mengetahui tentang informasi ini.


Dan yang tidak kalah pentingnya adalah, Air adalah zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita untuk dapat bertahan didup. Bahkan Anda dapat bertahan hidup lebih lama jika dengan Air dibandingkan dengan banyak makanan. Mungkin bagi Anda tidak masuk akan dan tidak mempercayainya, tapi memang beginilah Fakta yang telah dibuktikan.


Jadi kalau begitu, Air itu sangat benting banget ya. YAA IAA LAHHH... Coba Anda bayangkan bagaimana jika tidak ada Air di bumi kita ini? Ayo coba Anda bayangkan sejenak!



Mungkin keadaan Air sekarang dapat dibilang buruk karena sudah banyak tercemar oleh zat-zat kimia yang dapat mengganggu kesehatan Anda jika Anda meminumnya. Namun segala macam cara sudah dilakukan oleh beberapa Ahli untuk memurnikan Air, tapi tetap saja air yang kita minum tidak sehat lagi.


Mungkin Anda sudah mendengar pengisian Air ulang, dan sekarang sudah banyak sekali di pinggiran jalan yang menjual Air kemasan isi ulang tersebut. Harganya yang ditawarkan juga tidak main-main murah meriah sekitar Rp 3.000,- untuk satu galon atau sekitar 19 liter. Wow… Sungguh harga yang sangat murah sekali. Namun apakah kualitas yang diberikan terjamin? Nah itulah yang harus dipertanyakan.


Air juga sekarang sedang ramai dibicarakan oleh banyak orang sebagai penyembuh dari berbagai penyakit. Mungkin Anda pernah mendengar hal tersebut, namun balik lagi kepada Anda sendiri tentunya untuk percaya atau tidak. Namun kebenaran Air untuk menyembuhkan berbagai penyakit juga sudah banyak dibuktikan oleh banyak orang, jadi mau tidak mau bagi Anda yang tidak percaya terpaksa untuk percaya. Mungkin itu terlalu dipaksakan.


Selain itu juga masih banyak kegunaan Air yang tidak kita ketahui. Contohnya Air itu juga dapat dipakai untuk sebuah symbol keagamaan loh. Contohnya saja agama Buddha yang sudah memakai Air sebagai sesuatu yang sakral. Wow… Mungkin Air adalah satu-satunya zat yang paling diistimewakan.


Jadi bagi Anda yang sekarang sedang menikmati Air bersih, berbahagialah Anda. Karena masih banyak teman-teman kita yang sulit sekali untuk mendapatkan Air bersih. Namun sekarang sudah banyak sekali lembaga-lembaga sosial yang membagikan Air bersih ke daerah-daerah yang kesulitan sekali mendapatkan Air bersih. Namun itu semua tidak akan mencukupi jika Sumber Daya Manusianya tidak mau ikut terlibat dalam membantu.


Membantu di sini tidak selamanya Anda harus ikut mengeluarkan dana, namun Anda juga dapat menghemat pemakaian Air bersih di rumah Anda. Selain itu juga Anda dapat membantu dalam penanaman pohon, karena pohon di sini sangatlah penting untuk sarana peresapan Air. Dengan begitu ketersediaan Air akan semakin melimpah.


Mungkin Anda sudah melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan untuk menjaga ketersediaan Air, namun masih banyak juga teman-teman kita yang sampai saat ini belum menyadarinya. Oleh karena itu, saya melalui artikel ini ingin mengajak Anda semuanya untuk berpartisipasi dalam menyediakan Air di masa mendatang.


Toba Bukan Lagi Milik Indonesia

KOMPAS.com —Adalah Van Bemmelen, geolog Belanda, yang mungkin bisa ditunjuk sebagai bapaknya teori Toba sebagai kaldera gunung api. Tahun 1939 ia ditugaskan Pemerintah Belanda untuk meneliti Danau Toba dan akhirnya menemukan bukti bahwa danau indah itu merupakan kaldera gunung raksasa.

Temuan itu sempat menimbulkan kontroversi. Namun, di beberapa negara, seperti Malaysia dan India, kemudian ditemukan abu vulkanik yang diidentifikasi berasal dari letusan Toba. Teori Bemmelen lambat tapi pasti mulai diterima masyarakat hingga kini.

Van Bemmelen adalah pencetus teori bahwa kaldera Toba berasal dari satu letusan dahsyat. Teori ini didukung oleh Aldiss dan Ghazali. Namun, melalui penanggalan dengan metode radiometri, para peneliti setelahnya berhasil mengungkap bahwa letusan Toba berasal dari empat letusan besar. Beberapa peneliti itu, di antaranya, Vestappen (1961), Yokoyama dan Hehanusa (1981), Nishimura (1984), Knight (1986), dan Chesner dan Rose (1991).

Craig A Chesner, profesor geologi dari Eastern Illinois University, masih aktif meneliti Toba hingga saat ini. Thesis Chesner tentang Toba semakin memperjelas posisi Toba sebagai supervolcano yang letusannya berdampak global.

Chesner-lah orang yang memberi jalan bagi lahirnya embrio teori Toba Catastrophe ketika ia mengirimkan sampel abu vulkanik Toba ke peneliti John Westgate (University of Toronto) tahun 1994. Westgate saat itu sedang berusaha mencari tahu asal abu vulkanik yang berusia 74.000 tahun lalu yang tersebar di berbagai belahan bumi.

Kiriman abu vulkanik Toba dari Chesner menjadi akhir dari pencarian Westgate. Tahun 1998, Stanley H Ambrose dari University of Illinois at Urbana-Champaign membangun teori baru Toba Catastrophe yang menawarkan analisis bahwa letusan dahsyat Toba telah membuat dunia mengalami penurunan suhu drastis dan membuat populasi manusia hampir punah.

Michael L Rampino (New York University), Stephen Self (University of Hawaii at Manoa), kemudian Greg Zielinski (University of Massachusetts) merupakan peneliti berpengaruh yang secara mendalam mempelajari material abu vulkanik Toba. Merekalah yang menyediakan data bagi lahirnya teori Toba Catastrophe yang diyakini membuat kemacetan populasi manusia.

Teori Toba Catastrophe semakin dipertajam oleh peneliti genetika asal Inggris yang ahli sintesis DNA, Stephen Oppenheimer. Terkait Toba, Oppenheimer yang didukung Bradshaw Foundation telah merilis migrasi manusia dengan judul Journey of Mankind. Tulisan yang disertai simulasi migrasi manusia itu memberi posisi penting letusan Toba yang dianggap melahirkan perubahan drastis genetika pada ras-ras Homo sapiens.

Meski demikian, Toba dan teori migrasi itu hanya berkumandang di debat-debat internasional di luar Indonesia. Hingga kini, Indonesia masih sepi dari minat terhadap Toba.

Jumat, 21 Oktober 2011

Kapal Peneliti Terumbu Karang Karam di Pulau Aceh

SABANG – Satu unit kapal pariwisata yang mengangkut rombongan peneliti Wet Conservation Society (WCS), Reef Check Indonesia dan Unsyiah Rabu (25/2) siang, dilaporkan menabrak terumbu karang di wilayah perairan Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Akibatnya, kapal mengalami rusak parah, sementara 16 peneliti berikut 4 ABK dilaporkan selamat.
Kapal pariwisata milik Doden, seorang operator selam (diving) di Iboih, Sabang, yang membawa rombongan peneliti dari WCS, masuk ke perairan Pulau Aceh sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu kebetulan sedang dalam kondisi arus surut, sehingga kapal kandas dan membentur terumbu karang.
Sementara Naneng Setiasih, salah seorang peneliti dari Reef Check Indonesia mengemukakan bahwa kapal karam menabrak karang pada saat para peneliti sedang menyelam untuk melakukan monitoring rutin dan penelitian resilience terumbu karang pasca Tsunami Aceh 2004. Akibat kejadian tersebut, para peneliti sempat terkatung-katung, sebelum akhirnya  berhasil menepi ke sebuah pulau setelah berenang selama lebih kurang 45 menit.
Insiden tersebut menyebabkan bagian kiri kapal rusak parah akibat membentur karang. Rombongan peneliti terdiri tiga peneliti asing, 2 peneliti dari Reef Check Indonesia, dan selebihnya mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.
Doden, mengatakan bahwa ia sempat meminta bantuan kepada sejumlah kalangan di Sabang untuk membantu evakuasi kapal dan penumpang dari Pulau Aceh. Namun, ia mengaku kecewa karena tidak ada yang merespon. “Tapi syukurlah, berkat bantuan boat milik seorang operator diving asal Malaysia, sekira pukul 01.00 dinihari tadi (kemarin-red), ke 20 penumpangnya berhasil kita evakuasi kembali ke Iboih,” sebut Doden.
Dikatakannya, saat ini kapal naas itu sudah berada di Dermaga Lamteng, Pulau Nasi, yang masuk dalam wilayah gugusan Pulau Aceh, Aceh Besar. Beberapa bagian yang rusak harus segera diperbaiki. “Sementara waktu harus docking dulu di dermaga Lamteng. Kita pun harus mencari kayu dulu untuk memperbaikinya,” tutur Doden yang juga inspirator pembuatan terumbu karang buatan di Sabang.

Sabang

Fenomena pemutihan karang (coral bleaching) terjadi di beberapa lokasi terumbu di Sabang. Laporan yang masuk juga terjadi Aceh sisi barat. Lebih lengkap mengenai status pemutihan karang terbaru dapat dilihat di laporan BleachWatch Indonesia 2010.
Pemutihan karang bukan berarti karang mati namun sekarat. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memastikan karang bisa pulih. Setiap aktifitas kita akan sangat membantu. Untuk tips-tipsnya dapat dilihat di tips di lokasi pemutihan karang
Lokasi : Sabang kota indah di ujung barat nusantara. Terletak di Pulau Weh, NAD merupakan Point Of Zero Kilometer Republic Indonesia (Titik Nol Kilometer Indonesia), ditandai dengan didirikan monumen untuk menandai dimulainya perhitungan jarak dan luas teritorial Negara Republik Indonesia. Berbatasan dengan Malaysia, India, serta dikelilingi Selat Malaka dan Samudera Hindia. Ada beberapa pulau lain disekitar Weh. Secara umum, komplek pulau-pulau ini menawarkan potensi wisata yang lengkap, mulai dari hutan, keindahan pantai dan tentunya petualangan bawah lautnya.
Akses : Untuk mencapai lokasi ini, pertama-tama menuju ibukota propinsi di Banda Aceh. Bisa dilakukan melalui jalur darat,laut dan udara. Dari Banda Aceh menuju Sabang, dicapai dengan menggunakan transportasi air yaitu dari pelabuhan penyeberangan Uleele Banda Aceh menuju Pelabuhan Balohan Sabang. Ditempuh selama maksimal 2 jam dengan kapal jenis feri. Bisa mengangkut kendaraan dan penumpang. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat menggunakan minibus atau taxi ke kawasan wisata. Umumnya menuju ke Pantai Iboih (Rubiah), kawasan wisata yang menyediakan berbagai akomodasi (umumnya berupa bungalow), kapal kecil dan kebutuhan wisata lainnya. Perjalanan hanya sekitar 45 menit.
Gambaran Umum Dive Site : Kurang lebih ada 20 lokasi penyelaman di kawasan ini, dengan jarak tempuh bervariasi mulai dari beach entry hingga transportasi kapal hingga 1 jam. Tingkat kesulitan juga variatif mulai dari untuk penyelam pemula hingga lokasi yang butuh teknik dan pengalaman lebih. Beberapa site unggulan yaitu The Canyon (struktur batu volkanik bawah air mulai kedalaman 15m hingga 50m. Schooling berbagai ikan besar, chub, napoleon wrasse, shark-white tip-, manta, moray, giant travelly, bumphead parrotfish plus kadang arus yang cukup besar), Batee Tokong (terkenal dengan berbagai jenis moray ell-nya), WW II Wreck “Sophie Rickmers”, Arus Balee (buat yang suka menikmati indahnya menyelam di arus), Pantai Ideu (massive gorgonian dan ikan yang luar biasa),dll
Waktu Penyelaman terbaik : Umumnya bisa dilakukan sepanjang tahun. Sedikit butuh pertimbangan pada musim hujan di akhir tahun hingga awal tahun.
Status Konservasi : Pulau Weh berstatus Taman Wisata Alam ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 928/Kpts/Um/12/1982 tanggal 27 Desember 1982 seluas ± 1.300 Ha. Masuk kategori V IUCN

SEKTOR PERIKANAN NAD

Wilayah pesisir di provinsi Aceh mempunyai panjang garis pantai 1.660 km, dengan luas wilayah perairan laut seluas 295.370 km terdiri dari laut wilayah (perairan teritorial dan perairan kepulauan) 56.563 km dan zona ekonomi eksklusif (ZEE) 238.807 km. akibat tsunami pada 26 desember 2004, dari 1660 km panjang garis pantai, 800 km rusak terkena gelombang tsunami.
Sector perikanan dari seri serapan tenaga kerja menyerap 257.300 jiwa yang terdiri dari 4 (empat) sektor yaitu : sektor penangkapan, sektor budidaya, sektor pengolahan dan sektor pemasaran hasil perikanan. Sector penangkapan terdiri dari nelayan tetap dan nelayan tidak tetap sebanyak 164.080 jiwa, sektor budidaya sebanyak 56.300 jiwa, sektor pengolahan sebanyak 20.670 jiwa dan sektor pemasaran hasil perikanan melalui penjual ikan (mugee eungkoet) mencapai 16.250 jiwa.

Kebijakan pemerintah aceh terhadap sektor perikanan

Mengupayakan peningkatan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan melalui peningkatan industri perikanan tangkap, budidaya, industri pengolahan dan industri kelautan yang bertumpu pada IPTEK dengan memperhatikan kelestariannya sebagai salah satu tulang punggung pembangunan ekonomi Aceh yang berkelanjutan.
Upaya upaya untuk mendorong tumbuhnya sector perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya terus digalakkan. Pemerintah sadar, dengan berkembangnya sektor perikanan, akan membawa dampak terusan yang sangat positif terhadap pertumbuhan perekonomianaceh secara keseluruhan.berikut disajikan data tingkat produksi perikanan laut dan darat di provinsi Aceh sepanjang tahun 2006.
Tingkat produksi ikan, tidak terlepas dari para petani perikanan atau nelayan yang melakukan budidya serta penangkapan ikan, baik di darat maupun di laut. Terlihat bahwa keluarga yang menggantungkan hidupnya dari sektor perikanan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini merupakan salah satu indikasi bahwa sektor ini cukup memberikan stimulasi bagi masuknya tenaga kerja baru ke bidang perikanan ini.
Dinas kelautan dan perikanan provinsi aceh telah melakukan penentuan tempat-tempat pertumbuhan untuk berbagai sub sektor di sektor perikanan yang disebut dengan pusat pertumbuhan. Sub sektor –sub sektor tersebut adalah :
  • Perikanan tangkap meliputi wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang dan sekitarnya.
  • Budidaya air tawar meliputi wilayah Aceh Tengah, termasuk Bener Meriah dan Gayo Lues, selain Aceh Tengah sendiri.
  • Budidaya air payau, yang meliputi wilayah Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang.
  • Budidaya laut, yang di fokuskan di wilayah pulau Simelue dan sekitarnya.
Dengan adanya pusat-pusat pertumbuhan ini, diharapkan dapat memacu tingkat perikanan di aceh sekaligus dapat menarik wilayah-wilayah di sekitar pusat pertumbuhan itu untuk secara bersama-sama memberi kontribusi dalam meningkatkan jumlah produksi perikanan di Aceh.

SBY Ajak Malaysia Garap Perikanan

Lombok - Presiden SBY mengajak Malaysia untuk bekerjasama memberdayakan sektor perikanan yang dinilai menguntungkan kedua negara. Apalagi pasar domestik kedua negara sedang tumbuh pesat.

Demikian ujar SBY usai pertemuannya dengan PM Najib Tun Abdul Razak. Pertemuan dua kepala pemerintahan berlangsung di Novotel Resort, Praya, Lombok Tengah, Kamis (20/10/2011).

"Kita mempunyai satu sektor yang kalau dikerjakan dengan baik akan sangat menguntungkan, yaitu perikanan. Kita cari kerangka yang baik," kata SBY.

Nilai perdangangan antara dua negara per Desember 2010, mengalami peningkatan sebesar Rp 18,1 miliar dibanding 2009. Pada periode sama, nilai investasi Malaysia di Indonesia tercatat sebesar US$ 697 juta atau yang terbesar kedelapan.

"Dengan adanya MP3EI kami mengundang partner kami untuk bersama-sama bagi kemajuan dua negara," sambung SBY.

Di dalam pidatonya, PM Najib Tun Abdul Razak menyatakan hal yang sama. Masih ada banyak potensi ekonomi dua negara yang bisa disinergikan di masa mendatang.

"Indonesia punya 6 koridor, kami ada 5 koridor. Masih kurang, tapi banyak peluang untuk dikaji di masa-masa mendatang," ujar Najib.